Investasi Syariah

Investasi Syariah

UsahaInvestasi.com – Pengertian investasi syariah merupakan konsep investasi yang sesuai dengan kaidah aturan agama Islam, maka perlu memperhatikan aspek-aspek yang menjadi penentu aktivitas investasi, aspek normatif yang menjadi pemicu adanya investasi, yaitu aspek konsep kekayaan dan aspek penggunaan kekayaan. Penambahan kekayaan dalam Islam sangat bergantung dari kehendak yang Maha memiliki kekayaan, yaitu Allah SWT. Sebagai manusia, kita hanya dapat berusaha semampu kita untuk mendapatkan keridhaan-nya, sesuai dengan ayat Al-Quran surat Saba ayat 39.

Investasi Syariah

Umumnya Investasi Syariah yang cukup menjanjikan dan dilakukan oleh banyak masyarakat adalah kepada bank yang memberikan konsep investasi syariah. Untuk nasabah yang berinvestasi pada produk keuangan syariah tidak akan mendapat keuntungan berupa bunga, melainkan persentase bagi hasil (nisbah) dari keuntungan yang diperoleh bank dari pengelolaan uang nasabah. Dengan sistem bagi hasil ini, nasabah dan bank tidak akan mengetahui hasil pasti yang akan diterima kedua belah pihak meski nisbah telah disepakati sejak awal. Berbeda halnya dengan sistem bunga, di mana nasabah telah mengetahui pasti hasil yang akan diperoleh sejak awal.

Lalu bagaimana bila investasi syariah mengalami kerugian? Secara teori nasabah juga menanggung kerugian. Namun tentu saja pihak bank akan berusaha keras untuk menghasilkan keuntungan. Selain itu, jika anda berinvestasi secara syariah, hasil investasi itu akan dibersihkan melalui pengeluaran zakat yang bisa dilakukan secara otomatis oleh pihak institusi keuangan syariah atau oleh anda sendiri.

Untuk produk investasi syariah sendiri ada beberapa yang ditawarkan kepada nasabah, seperti berikut:

  • Tabungan dan deposito mudharabah yang merupakan akad (perjanjian) antara nasabah sebagai pemilik modal dengan bank sebagai pengelola modal, untuk memperoleh keuntungan.
  • Asuransi syariah, di mana premi yang dibayar tetap milik nasabah, dan dana yang terkumpul merupakan milik seluruh peserta asuransi.
  • Tabungan pendidikan. Tabungan berjangka ini, selain setoran bulanan yang fleksibel, juga memberikan hasil investasi yang lebih baik dari tabungan pendidikan konvensional.
  • Reksadana syariah. Mekanisme investasi reksadana syariah ini mirip dengan reksadana konvensional, di mana anda dan investor lain akan patungan untuk berinvestasi ke dalam suatu produk keuangan, yang pengelolanya dilakukan oleh manajer investasi.

Dengan memilih Investasi Syariah ini berarti anda telah berinvestasi sesuai syariah Islam dan tidak mengandung riba.