Delapan Mitos Sebelum Memiliki Franchise Pilihan

mitos-bisnis-franchise

Terry O. Powel, seorang veteran dalam industry waralaba selama 25 tahun pada berbagai merek franchisor, dalam tulisannya di entrepreneur.com menyampaikan delapan mitos terkait bisnis franchise sebelum menjadi mitra franchisee. Barangkali Anda perlu menyimak delapan mitos franchisee dibawah ini sehingga pada gilirannya pilihan Anda realistis dan cocok untuk Anda.

mitos-bisnis-franchise

Mitos 1 : Saya  hanya akan berhasil  jika saya menemkan bisnis yang tepat

Banyak diantara kita dengan cepat menilai bahwa suatu franchise itu sudah benar dan tepat buat kita. Tetapi jangan terburu-buru dan jangan batasi diri Anda pada franchisee tersebut. Teruslah mencari franchisee yang benar-benar bisa mentransferkan segala kemampuan Anda terutama tentang pendelegasian, manajemen, pemasaran dan sebagainya. Dan jika semuanya sudah tercukup dalam satu usaha franchisee tersebut selanjutnya Anda dapat dengan mudah mengembangkan Usaha franchise tersebut.

Mitos 2 : Saya hanya dapat berhasil jika saya melakukan sesuatu yang saya cintai.
Percaya atau tidak, bisnis berdasarkan latar belakang kepemilikan memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.
Seharusnya Anda memiliki bisnis  franchisee yang merupakan kendaraan  gaya hidup Anda.jika anda membatasi pilihan Anda hanya untuk yang menurut Anda sangat familiar atau bagus, artinya Anda menempatkan diri Anda pada kerugian yang besar  karena mengabaikan sejumlah besar kemungkinan di luar pengalaman masa lalu Anda.

Mitos 3: Saya akan segera mengetahui kesempatan yang benar ketika saya melihat
banyak orang yang jatuh cinta dengan bisnis mereka pada pandangan pertama. Sebetulnya itu adalah keputusan yang emosional, bukan pilihan karir. Anda harus meluangkan waktu untuk mempelajari tentang rincian dan nuansa dari sebuah kesempatan untuk memahami potensinya. Anda tidak dapat melakukan itu bila anda membuat penentuan hanya di dasarkan pada apa yang anda rasakan hari ini.

Mitos 4: Saya tidak bisa masuk ke dalam bisnis yang saya tidak tahu
Pernyataan tersebut benar adanya. Hal tersebut memang alami karena anda ingin tetap tinggal di zona kenyamanan anda namun anda perlu tahu bahwa bisnis franchisee anda akan terus berjalan dan berkembang tidak peduli entah anda sedang berada di zona manapun. Ingat, Anda memiliki kemampuan untuk memindahtangankan kemampuan Anda. Di situlah kekuatan anda. Anda dapat menyewa orang-orang  yang mengetahui rincian. Anda adalah jalan menuju sukses dalam membeli dan mempelajari  sistem waralaba yang model kerjanya positif dan kemudian gunakan bakat anda untuk mengembangkannya.

Mitos 5: Tidak ada kebebasan dalam franchise
Ini adalah salah satu mitos yang perlu anda ingat tentang hak kepemilikkan dalam bisnis franchisee. Franchisor memberikan anda sistem dasar, kerangka kerja tidak ada ruang bagi anda dalam hal in. Yang franchisor tahu adalah anda harus membuktikan bisa menjalankan semua kerangka tersebut. Perlu di ingat franchisor  ingin anda berhasil untuk sebuah win-win solution.

Mitos 6: Bisnis Franchise lumpuhkan kreativitas
Sekali lagi, ini tidak seratus persen benar. Anda tahu, para franchisee telah membuktikan untuk menghasilkan pendapatan namun dengan mengikuti standar-standar yang sudah menjadi SOP dari franchisee tersebut. Tetapi jangan takut, karena pada sebagian perusahaan waralaba besar, seperti Mcdonald’s, sangat menghargai ide dari franchisee untuk inovasi yang baaru misalnyadengan knsep Egg McMuffin yang dikembangkan oleh franchiseenya sendiri. Untuk itu, melalui pengamatan anda sendiri di pasar, anda bisa memberikan saran kepada franchisor anda demi keberhasilan bersama.

Mitos 7: Saya tidak mampu berfranchise
Anda pasti bisa, jika anda bingung bagaimanakah anda dapat berinvestasi untuk masa depan. Kebanyakan waralaba eksis dengan baik dengan investasi dibawah $ 100.000, dan beberapa mulai dari $ 12,000. Anda hanya membayar ke franchisor untuk satu kali franchise fee dan royalti mingguan atau bulanan, yang biasanya di tentukan pada kasus per kasus. Selain itu, diluar saku anda sendiri, anda juga harus memperhatikan biaya seperti gaji dan sebagainya. Untuknya adalah, anda mendapatkan dukungan dan pelatihan dari franchisor, yang akan membantu anda melejit lebih cepat dibandingkan jika anda memulai bisnis anda sendiri dari nol.

Mitos 8: Saya harus keluar dari pekerjaan saya untuk menjadi franchisee
Jangan terburu-buru karena banyak konsep bisnis franchise yang di rancang secara khusus untuk orang-orang yang bekerja pada pekerjaan lain. Bahkan, franchisee pasif seperti itu presentasinya lebih besar dibandigkan dengan franchisee yang menjadi full time investor.